Ibadah Jumat Agung GKPI Jemaat Pandan, 3 April 2026 berlangsung khusyuk yang dihadiri ratusan jemaat. Ibadah ini dilaksanakan satu kali masuk pukul 09.00 WIB dan dilanjutkan dengan ibadah Ulaon Nahohom di pukul 14.00 WIB.
Ibadah ini dilayani oleh Pnt. J. Gultom sebagai Pengkhotbah, Pnt. I Lumbantobing sebagai Liturgis dan Pnt. J. Saragih pembawa warta jemaat dan doa syafaat.
Dalam khotbahnya yang terambil dari Injil Maatius 27:45-56, Pnt. J. Gultom menyampaikan bahwa kematian Yesus Kristus yang diperingati hari ini adalah sebagai bukti begitu besar pengampunan Allah akan dosa-dosa manusia.
Proses hukumanan mati yang dijatuhkan kepada Yesus Kristus setelah Pilatus memutuskan bahwa Yesus harus disalibkan. Meskipun sesungguhnya dia bersama istrinya tidak menemukan kesalahan Yesus sedikitpun. Hanya saja karena desakan orang banyak dan ketakutan Pilatus atas jabatannya, sehingga dia memutus Yesus Kristus bersalah dan harus dihukum mati.

Setelah putusan itu disampaikan Pilatus, Yesus harus menjalani hukuman itu. Seharusnya kita umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosalah yang layak menjalani hukuman itu. Akan tetapi atas kebaikan Allah sehingga harus anak-Nya yang Tunggal itu untuk menyelesaikan semua hukuman itu.
Perjalanan Yesus Kristus tidaklah mudah menuju Golgota tempat Dia disalibkan. Kaki-Nya harus menginjak bebatuan yang tajam. Yesus harus memikul salib yang begitu berat. Belum lagi cambukan dan makian yang ditujukan kepada-Nya.
Dengan penuh penderitaan akhirnya Yesus tiba di bukit Golgota. Tangan-Nya dipaku, kaki-Nya dipaku dan kepala-Nya dihadiahi mahkota duri.
Seharusnya, kaki kitalah yang terpaku di sana, karena kaki kita inilah yang membawa kita untuk melakukan berbagai kejahatan. Seharusnya tangan kita juga yang terpaku di sana, karena tangan kita inilah yang selalu melakukan kejahatan dan tindakan kasar.
Seharusnya kepala kitalah yang memakai mahkota duri itu, karena pikiran kita inilah yang selalu mengarahkan kita melakukan berbagai bagai kejahatan. Namun semuanya itu telah dibayar lunas (Teteles Tai dalam bahasa Yunani) oleh Allah.
Dan dalam peristiwa kematian Yesus, sebagaimana dalam nas Matius 27 ayat 52: Bahwa bangkit juga orang-orang yang mati, terjadi gempa bumi dahsyat, tirait Bait Allah terbelah saat itu juga. Itulah sebagai bukti bahwa Yesusu adalah Anak Allah yang mengalahkan kematian lewat kematian-Nya sehingga orang-orang kudus yang mati di masa perjanjian lama, bangkit. Itu juga menjadi jaminan kepada kita yang hidup saat ini, jika kita percaya dan mengimani Yesus adalah Tuhan, maka kita juga akan dibangkitkan setelah kita mati kelak. Karena kematian Kristus adalah Kematian yang Mematikan Kematian. (*)



