Dampak banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada tanggal 25 November 2025 tahun lalu masih dirasakan oleh jemaat GKPI Pandan Resort Pasar Tukka. Di mana lahan gereja yang saat ini sedang berdiri bangunan gedung baru yang sudah berbiaya miliaran rupiah, mengalami erosi akibat hantaman banjir bandang tersebut.
Tak pernah terpikir akan terjadi banjir yang begitu dahsyat yang bisa menghancurkan dinding tembok lahan gereja yang sudah berdiri puluhan tahun. Sementara proses pembangunan gereja sudah berlangsung sejak tiga tahun yang lalu, yakni tahun 2023.

Kini kondisi pondasi bangunan gereja itu sangat memprihatinkan dan sangat berdampak akan posisi bangunan gereja yang saat ini sudah tahap pengatapan (memasang seng). Karena jarak bangunan dengan pinggir pondasi gereja yang berbatasan dengan Sungai Aek Tolang Pandan sekitar 10 meter lagi.
Di mana sungai ini pada tanggal 25 November 2025 lalu meluap cukup besar sehingga merusak bronjong dan juga tembok penahan yang ada pinggir sungai Aek Tolang. Saat ini kondisi kamar mandi gereja sudah sangat terancam karena sudah tergerus dan sudah dekat dengan sungai. Kondisi ini sangat mengancam keselamatan jemaat. Atas dasar itulah jemaat dan pengurus gereja melakukan pemasangan bambu untuk menahan sementara.
Jika kondisi ini tidak cepat diatasi, maka pondasi gereja yang sudah tergerus itu dipastikan menganggu bangunan gereja. Upaya penyelamatan darurat sudah dilakukan pihak gereja namun itu sifatnya hanya sementara. Gereja sangat mengharapkan perhatian pemerintah, baik itu dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara maupun pemerintah pusat. Karena jemaat tidak pernah berpikir akan terjadi bencana sebesar tahun lalu, dan itu merupakan bencana terdahsyat yang pernah terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Badan Pengurus Harian Jemaat (BPHJ) GKPI Pandan sudah membuat laporan ke Pemkab Tapanuli Tengah, kepada Badan Penanggulangan Bencana atas kondisi tersebut. Menurut pihak Pemkab sudah disampaikan kepada pihak Kementerian.
Hingga saat ini sudah 4 bulan pascabencana banjir, belum ada tanda-tanda adanya perbaikan. Sehingga pihak gereja sangat mengharapkan bantuan dari semua pihak bagaimana caranya agar informasi tersebut sampai ke pemerintah pusat atau donator agar bisa cepat mendapatkan penanggulangan awal guna menyelamatkan bangunan gereja yang saat ini sedang dikerjakan.
“Kami atas nama jemaat dan pelayan GKPI Pandan sangat mengharapkan bantuan dari semua pihak agar kami bisa mendapat perhatian untuk penanganan pondasi bangunan gereja yang sudah terancam akibat hantaman banjir bandang tahun lalu,” pinta Pendeta GKPI Pandan Erik Sunando Sirait. (*)




