Pada tanggal 30 Agustus 2026 GKPI genap berumur 62 tahun. Tentu kita bersyukur kepada Tuhan atas tuntunan-Nya sehingga GKPI tetap eksis menjalankan tugas panggilannya hingga sekarang ini.
Dalam momen seperti ini kita mengingat kembali kebaikan-kebaikan Tuhan dalam sejarah perjalanan GKPI. Betapa Tuhan menuntun dan menggembalakan GKPI sejak awal berdirinya 1964 hingga sekarang. Memang banyak tantangan dan pergumulan yang dihadapi tetapi gereja kita tetap dapat melaksanakan tugas panggilannya di bidang Apostolat, Pastorat dan Diakonat.
Hal ini sesuatu yang harus kita syukuri. Dalam kesempatan yang indah ini hendaklah kita menaikkan mazmur seperti Daud:“Pujilah TUHAN, hai jiwaku. Dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya.” (Mzm.103:2).
Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan tentu kita tidak akan lupa akan sejarah berdirinya GKPI dan juga nilai-nilai awal berdirinya GKPI. Soekarno, Presiden RI pernah mengatakan: “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah atau disingkat Jasmerah”.
Mengingat sejarah (dalam hal ini sejarah gereja) tentu kita akan melihat kembali tuntunan Tuhan akan umat-Nya dan bagaimana Allah menyatakan diri kepada mereka dan respons umat terhadap penyataan-Nya. Terkait dengan itu tulisan ini akan mengetengahkan sekilas tentang sejarah berdirinya GKPI dan perenungan akan nilai-nilai awal dan semangat berdirinya GKPI.

Sekilas Sejarah
Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) berdiri dan dideklarasikan pada tanggal 30 Agustus 1964 di pekarangan Rumah dr. Luhut Lumbantobing, Jln. Simarito No .6 Pematangsiantar. GKPI lahir sebagai hasil reformasi dari gereja HKBP. Ketika itu dalam tubuh organisasi gereja yang ditinggalkan telah terjadi banyak penyimpangan, baik administrasi, organisasi, bahkan degradasi kepemimpinan. Hidup gereja sudah lebih mengarah kepada keduniawian, mengejar prestasi dunia, dengan mengesampingkan ajaran-ajaran Kristus.
Dalam kondisi gereja yang demikian muncullah semangat pendirian gereja baru dengan harapan menjadi gereja yang sungguh-sungguh bersaksi, mengembalakan dan terbuka. Rencana pembentukan gereja baru ketika itu disepakati dan dikukuhkan dengan sebuah doa yang dipimpin oleh salah seorang peserta tertua pada pertemuan tanggal 16 Agustus 1964 di rumah Pdt. Dr. Andar Lumbantobing: “Ya Allah Bapa kami, bila rencana kami untuk mendirikan gereja baru ini sesuai dengan kehendak-Mu, berilah kami bimbingan dan berkat yang penuh. Tetapi bila rencana kami ini bertentangan dengan kehendak-Mu, kami mohon supaya dicegah segera.”
Kemudian pada hari Minggu, 23 Agustus 1964 diadakanlah kebaktian pertama, yang dipimpin oleh Cal. Pdt. B.P. Siregar, S.Th dengan meminjam tempat Ibadah di Gereja Bala Keselamatan, Jln. Merdeka Pematangsiantar.
Pada hari Minggu, 30 Agustus 1964 diadakanlah kebaktian GKPI yang kedua, di pekarangan rumah dr. Luhut Lumbantobing, Jln. Simarito No.6 Pematangsiantar, karena pihak Bala Keselamatan tidak mengizinkan lagi menggunakan gedung gerejanya.
Setelah kebaktian pada 30 Agustus 1964 tersebut disusunlah Pengurus Sementara GKPI dan disepakati beberapa hal pokok sebagai berikut: (1) Mendirikan organisasi gereja yang baru dengan nama Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI). (2) Penyusunan Tata Gereja, konsepnya diserahkan kepada Pdt. Dr. Andar Lumbantobing. (3) Tempat kebaktian (sementara) di lapangan terbuka, yaitu pekarangan rumah dr. Luhut Lumbantobing, Jln. Simarito No.6 pematangsiantar, karena belum ada gedung gereja. (4) Susunan pengurus sementara, yang urusan kerohaniannya terpisah dari urusan organisasi, antara lain:
Pemimpin Kerohanian, Pdt. Dr. Andar Lumbantobing; Pemimpin Organisasi, Dj. P. Nainggolan; Bendahara, St. E. Tanjung. Tanggal pembentukan pengurus sementara itu (30 Agustus 1964) kemudian disepakati sebagai tanggal lahir GKPI.
Sedangkan pesta peresmian berdirinya GKPI baru dilangsungkan pada hari Minggu, 1 November 1964, juga bertempat di Jln. Simarito No.6 Pematangsiantar, yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Andar Lumbantobing, dihadiri ribuan warga masyarakat Kristen dari berbagai penjuru Sumatera Utara. Dari proses itu semua kita percaya bahwa berdirinya GKPI bukanlah sebuah kebetulan tetap ada dalam rencana Tuhan.
Di usia GKPI yang sudah 62 Tahun, GKPI memiliki Visi dan Misi sebagai berikut;
Visi: Menjadi Persekutuan Penyembahan dan Persembahan Pada Tahun 2030.
Misi: Dalam rangka mendukung Visi GKPI maka Misi GKPI dijabarkan dalam Panca Pelayanan GKPI: 1. Koinonia. 2. Marturia. 3. Diakonia. 4. Liturgia. 5. Oikonomia
(Tulisan ini disadur dari website sinode GKPI: Karya dari Pdt. Humala Lumbantobing, M.Th (Bishop GKPI GKPI)


